Saturday, 23 June 2012

Creating Love ( when I’m fallin love ) Part 1




Written by : Han eun kyo
Rating : T
Length : Chaptered / Series Fic
Cast : CN Blue : Jung Yong Hwa, Kang Min Hyuk, Jonghyun, Jungshin
Park Shin Hye, Yoona, Yoseob  Jaebum, Lee Min Hoo, Soehyun, Nickhun, Jung Baek Shin
Genre : Romance, comedy, family




First I meet you, it's just an accident
But when I know you
I don't undestand what this feeling says
Sometime it's hurt, sometime it's better
Sometime it's feel like a snow, cold but soften
And you know what I'm feeling? One word to explain
It is LOVE

Part 1
It just an accident
Listening : Minhyuk – star

"Yoona, aku sudah sampai di korea. Aku matikan teleponku ya? Sampai nanti" aku mematikan ponsel samsung touchscreen ku.
"Nuna!" seseorang tampaknya memanggilku. Aku membalikan badan dan menatap laki-laki dengan setelan jas putih melambaikan tangannya padaku. Aku tersenyum simpul setelah menyadari siapa laki-laki dengan setelan jas putih tersebut.
"Yoseob, oraegamaniyeyo ! (lama tak bertemu)" aku menepuk pundaknya dua kali. Ia sudah jauh lebih tinggi dariku, padahal 3 tahun yang lalu ia masih 3 cm lebih pendek dariku.
"Lihatlah nuna, aku sudah lebih tinggi darimu" ucap yoseob sambil nyengir kuda
"Arasseo, hanya beda 5cm" aku masih tak mau kalah. Jujur, aku sedikit iri padanya. Pertumbuhan laki-laki memang jauh lebih cepat dibandingkan perempuan.
"Arra, ayo aku antar nuna ke rumah" Yoseob menggandeng tanganku sampai menuju ke dalam mobilnya.
"Silahkan nuna" Yoseob mempersilahkanku untuk masuk ke dalam mobilnya, benar-benar namja yang sopan. Ia sudah seperti adikku sendiri.
"Gomawo-yo" aku segera masuk ke dalam mobil.
"Nuna, bagaimana kabar pumonim? Baik-baik saja kah?" Yoseob memulai pembicaraan.
"Ne, tentu saja. Bagaima kabar aboji dan omoni? Juga Yoona nuna mu itu?"
"Emm, baik juga. Tapi aboji dan omoni sudah pindah ke luar negeri. Katanya sih ada urusan bisnis. Jadi cuma ada aku dan nuna Yoona deh"
"Gwenchana, bukankah ada aku juga?" Aku menyenggol pundaknya yang besar.
"Arraseo !" ia tersenyum simpul padaku. Tak lama, mobilpun berhenti di depan rumah minimalis bergaya haenbok, pintu dan pagarnya terbuat dari kayu. Aku menyukai rumah tradisional ala Korea ini, appa (ayah) Yoona memang seorang arsitektur yang handal. Beliau sendiri yang men-design rumah bermode ala haenbok ini.
"Kita sampai nuna" yoseob membukakan pintu untukku
"Gomawo, tidak banyak berubah ya"
"Tentu saja!" jawab yoseob bersemangat
Aku turun dan mendapati sahabatku menunggu di depan pintu rumah.
"SHIN HYE!!" Teriaknya lantang. Ia memelukku sambil menangis terharu. Sahabatku ini memang sangat  sangat sangaaat gampang menangis, alias cengengg.
"Yoona" aku kembali memeluknya dan menepuk pelan punggungnya. "Sudahlah jangan menangis, kau terlalu rindu padaku ya?" Lanjutku tersenyum puas. Aku memang suka menggoda Yoona, sifatnya sangat kekanak-kanakan.
"Aku kangen padamu, sungguh!" Ia menghapus air matanya.
"Lihatlah ! kalian ini seperti di sinetron-sinetron saja, kaya orang pacaran. Jangan-jangan kalian lesbi lagi!? Otokke!?" yoseob terlihat iri sekaligus ngeri melihat ku berpelukan dengan Yoona.
"Kau hanya iri kan? Mana mungkin aku mencintai Shin Hye sebagai pacar, aku sudah punya Nickhun. Jadi kau diam saja bocah" Yoona tersenyum sinis pada yoseob.
"Sudahlah, jangan bertengkar. Aku baru saja sampai" aku menengahi kedua kakak beradik ini. Memang ritual mereka adalah selalu bertengkar, tapi walaupun begitu, mereka tetap kakak adik yang kompak.
"Yasudah, kajja! Kita masuk" ajak Yoona.
“Arra, ayo yoseob ! kita masuk” aku mendorong yoseob yang sedari tadi sibuk mencibir pada nuna tersayangnya itu
"Kau bisa tidur disini Shin Hye" Yoona menunjukan kamar tidur ber-nuansa simple dan tradisional, ala korea. Aku sangat menyukainya.
"Gomawo Yoona, ini sangat bagus"
"Syukurlah kau menyukainya, mulai lusa kau sudah bisa masuk sekolah denganku"
"Ne" kataku sambil masuk ke dalam kamar
"Omo ! Shin Hye ! aku harus pergi dengan yoseob untuk menghadiri acara peringatan ulang tahun haraboji yang ke 70. Beyone ! kau baru datang kesini tapi aku malah pergi ke acara ulang tahun haraboji. Beyone ! beyone !” Aku melihat muka Yoona yang penuh penyesalan, sekaligus tercengang. Aku yakin dia hampir lupa jika tidak melihat kalender di kamar baruku.
"Gwenchana, aku bisa tinggal disini”
"Arra, kalau ada apa-apa kau tinggal telepon aku, kau juga boleh berpergian. Disini banyak namja cakep, kau bisa mencarinya untuk hiburan !" Yoona terkekeh maksud menggodaku
"Yoona ! m..mwo?" mukaku kembali cemberut. Dia kira aku akan jadi perawan tua apa?
"O ya!" Yoona menongol lagi dari balik pintu.
"Kau berhutang cerita padaku. Kita sudah lama tidak bertemu, tentu aku akan menagih utang cerita padamu"
"Arra ! Sudah sana pergi ! Nanti kau telat. Kajja !" aku mendorongnya sampai keluar rumah.
"Yaa! sampai nanti Shin Hye, anyeong!" sahut Yoona melambaikan tangan.
"Sampai jumpa nuna !" Yoseob juga melambaikan tangan dari dalam mobil
Mungkin aku harus refreshing sesampainya disini, betul kata Yoona. Aku tertarik melihat namja cakep disini kkk~
>>>>>>.<<<<<<
"Cappucino nya 1 ya" seseorang mengatakannya bersamaku. Aku segera memutarkan kepalaku ke arah datangnya suara.
Otokke ? ada namja cakep !!
Aku segera merapihkan pakaian dan rambutku. Aku harus terlihat rapih dihadapannya.
"Beyone, cappucino nya hanya tersisa 1 lagi, jadi bagaimana?" Sahut pelayan cafe kopi tersebut ramah
"Cappucino itu milikku" ucap namja tersebut datar
Aissh.. benar-benar ! kukira ia laki-laki tampan yang baik hati, ternyata.. kelakuannya saja sudah terlihat buruk di mataku
"Tapi aku dulu yang pesan, jadi itu milikku" kataku tak mau kalah. Biarkan saja ia mengira aku yoja yang egois ! ia sendiri sama sepertiku.
"Siapa bilang? Jelas aku dulu yang pesan" sahut namja tersebut yang masih tidak bisa menerima
"Ini cappucino nya yonghwa-ssi. Selamat menikmati ya" ucap pelayan cafe tersebut ramah sambil tersenyum senang
" Chamkkanman.. Aigoo~" aku hanya mendecak kesal melihat tingkah laku pelayan cafe tersebut, tentu dengan namja egois yang tak mau kalah dengan merelakan 1 cappucino nya untuk sesosok yoja.
Apa karena dia ganteng lalu bisa mendapatkan semua yang ia mau? Itu tidak akan TERJADI ! Tapi tunggu, kenapa pelayan café itu tahu nama namja tersebut ya? Yonghwa-si.
"Bweee" Sementara aku berfikir, namja tersebut menjulurkan lidahnya padaku.
Aigoo~ sungguh bagus. Ingin sekali aku melepas sepatu nike ku dan melemparkannya tepat di muka cengos nya itu. Aku sungguh puas !
"Jadi, ingin pesan apa?" Tanya pelayan cafe tersebut tanpa merasa bersalah. Aku tekankan sekali lagi ‘TANPA MERASA BERSALAH’
"Tidak jadi" kataku sambil keluar dari cafe. Aku memang sudah mual melihat muka pelayan café tersebut, dasar yoja genit. Tapi Kemana perginya namja egois itu? Aku masih penasaran padanya, sepertinya aku mengenalnya
>>>>>>.<<<<<<
"Aissh, ngapain aku cari orang yang tidak berguna sampai semalam ini" hari sudah malam. Dan bodohnya aku masih mencari-cari namja yang egois itu
"Pabo! Pabo! Shin Hye pabo!" Kataku mengutuk diriku sendiri
"Kau memang pabo, mencariku?" Suara itu, ya aku mengenalinya. Aku membalikan badan dan mendapati sesosok namja tampan yang baru kutemui di cafe tadi
"E..e.. Kenapa kau bisa ada disini? Jangan-jangan… kau menguntitku yaa?”
"Rumahku di dekat sini, bukankah kau yang menguntitku?” ia berjalan mendekat ke arahku. Terlihat segoret senyum tipis dari bibirnya
"Yaa! Jangan sok tau ya, aku tidak menguntitmu"
"Bohong" senyumnya makin mengembang, "Baiklah kalau kau tidak mau mengaku, aku akan pulang, sampai jum.."
Otokke? Jangan pergi ! Aku tidak bisa pulang kalau kau pergi
"Arra ! arra ! aku mengaku, aku menguntitmu, kau puas?" kataku cepat
Ahh ! Shin Hye ! kamu memang benar-benar pabo ! setelah kejadian ini pasti harga dirimu akan menurun. Jangan sampai aku bertemu dengan namja ini lagi !
Namja tersebut tersenyum puas, SANGAT PUAS
"Arra, aku tidak akan banyak bertanya. Jadi, sekarang aku akan mengantarmu pulang. Kau sudah terlihat seperti anak hilang” ucapnya sedikit menyindir, lebih tepatnya sangat menyindir.
"Bagaimana kau tahu aku tersesat?" Tanyaku heran.
"sudah ku bilang kau seperti anak hilang. Sudah, jangan banyak omong, mau ku antar pulang tidak?”
"Yaa! Kau ini, memang mukaku seperti anak tersesat apa? Kau kira aku pengemis?” omelku pada namja tersebut. Tapi sepertinya namja tersebut tidak menanggapiku
"Rumahmu dimana?"
"Rahasia" jawabku ringan
"Yaa ! Kalau kau tidak mau memberitahu, lalu bagaimana aku akan mengantarmu?"
"ahh, pabo! Aku lupa dia yang mengantarku, ehmm. Ee..e..e.."
"Ada apa? Jangan bilang kau tidak tahu alamatmu sendiri?” Namja tersebut sudah Nampak kesal
"Beyone, a..aku baru saja pindah ! aku dari Indonesia, dan hari ini aku baru sampai di korea. Aku menginap di rumah cingu” aku menyesal karena tidak menghafalkan alamat rumah Yoona, aku memang ceroboh
“Telphone” ia mengisyaratkanku untuk menelfon temanku
“ahh, ne!” aku segera mengambil handphoneku dari saku. Tidaak ! jangan bilang battery handphoneku habis. Layarnya tidak mau menyala. Aku hanya menatap namja tersebut lemas
“Nih” ia menyerahkan handphonenya padaku. Aku segera mengambilnya dan memencet nomor telephone sahabatku
“Omo ! aku lupa nomor terakhirnya, berapa ya? Ahhh”
“kau juga lupa telephone temanmu !? Sudahlah, cari rumah cingumu sendiri” bentaknya kesal
" Chamkkanman! Kau tega ya membiarkankan yoja tinggal disini sendiri, mana sudah malam lagi" aku berusaha memohon padanya. Tidak peduli harga diriku akan turun, yang penting aku harus kembali ke rumah Yoona dengan selamat
"Aku tidak akan membiarkan kalau yoja-nya cantik"
"Mwo !? Arra ! Aku akan pulang sendiri" kali ini kesabaranku sudah habis, ia mengataiku jelek!? Mwo? Aku masih cantik begini. Lagi pula, ia tidak setampan yang aku kira. Yoseob masih jauh lebih tampan dan baik dibanding dirinya
"Yaa ! kau bisa tinggal di rumahku dulu, besok kita akan mencari rumah temanmu, beyone" ia tampak menyesal dengan kata-katanya tadi
"Mwo?"
"Tinggal di rumahku dulu”
"Kau tinggal dengan siapa?" Tanyaku tanpa berbasa-basi, aku hanya menjaga-jaga kalau saja aku tinggal berdua di rumah namja yang tidak aku kenal
"Adik ku, ayo cepat. Sebelum aku berubah pikiran"
"Ne !" aku segera mengikuti namja tersebut dari belakang. Jalannya sangat cepat, sehingga aku harus menyeimbanginya dengan berlari pelan
"Sudah sampai, ayo masuk" sahut namja tersebut datar. Tidak seperti yoseob yang selalu menyambutku dengan ceria
"Ne" kataku mengikutinya dari belakang. Rumahnya memang bagus dan besar. Gaya rumah yang minimalis dan modern, dindingnya penuh dengan cat berwarna putih dan biru, sepertinya namja ini penyuka warna biru
"Hyung!” teriak anak laki-laki manis dari balik sofa, ia segera memeluk namja tersebut dengan erat
"Mian menunggu lama, sudah makan?" Tanya namja tersebut pada adiknya
"Belom, itu siapa hyung?”
“ehm, cingu… “arra, aku akan memasakanmu pulgogi dengan kimchi, bagaimana?”
“Jinjia !? Hyung memang pintar masak. Asiik !” Namja tersebut hanya tersenyum menanggapinya, lalu segera mengambil panci, dan sayur-sayuran dari kulkas
“Panggil aku Yonghwa, kau sudah makan?” Tanya namja tersebut padaku
“Sebetulnya aku sudah tau namamu sebelum kau memberitahuku, pelayan café tersebut yang memberitahuku” jelasku pada Yonghwa
“Aku bukan nanya kau tau namaku dari mana, tapi aku tanya kau sudah makan belum?”
“ahh, mian. Otakku memang sudah kacau kalau sudah malam, emm.. belum. Kau tahu sendiri seharian aku menguntitmu” Blak-blakan aku bicara padanya
Yonghwa hanya membalas ucapanku dengan anggukan pelan “Bisa bantu aku? Tolong bawakan makanan ini ke meja makan” ucap Yonghwa sambil menunjuk pada mangkuk besar berisi kimchi
“Emm..” aku balas mengangguk lalu segera membawa mangkuk besar tersebut ke meja makan
Praang !
Omo !? kimchinya terjatuh, Yonghwa pasti akan membunuhku
“M..m..mian yonghwa” aku mengucapkan permintaan maaf
“YA ! kau ini benar-benar tidak bisa di andalkan !” ia membentakku dengan keras. Tanpa terasa air mata ini terjatuh dengan sendirinya. Aku merasa sangat bersalah
“Ya.. Ya ! no? kenapa menangis” Yonghwa kembali berbicara dengan intonasi normal, sepertinya ia juga merasa bersalah karena telah membentakku keras
“Jeongmal jeongmal beyone ! mian kalau aku tidak bisa diandalkan” aku kembali meminta maaf pada Yonghwa
“Arra, kau mandi saja dulu, bajumu kotor. Nanti biar adikku yang akan memberikan pakaian untukmu” ia segera membereskan pecahan-pecahan mangkuk di lantai
“Biar aku bantu” aku juga ikut membereskan pecahan beling tersebut
“Andwe ! kau mandi saja.. ppali, bau bawang” yonghwa menutup hidungnya dengan kedua tangannya. Disaat ini dia masih bisa mengejekku
“Dimana kamar mandinya?” kataku ketus
“Ya ! emosi mu ini cepat berubah ya, baru saja menangis, sekarang sudah bisa membentakku. Kamar mandi ada di atas”
“Ne, gamsahamnida yonghwa-ssi” aku segera melembutkan suaraku
“Tsk” ia mendecakkan lidahnya sambil terus membereskan kimchi yang bergelinangan di lantai
>>>>>>.<<<<<<
“Yaa ! bangun, sudah pagi”
Aishh.. siapa yang berani membangunkan tidurku sepagi ini?
“YAA ! kau mau pulang tidaak!?”
Braaakkk…
“Aya ! (aduh) sakit” aku segera memegang kepalaku yang terbentur lantai
“Kau ini, mana yang sakit?” Yonghwa mendekat ke arahku. Sesaat ia melihat ke arah kepalaku yang baik-baik saja, mungkin hanya sedikit benjol. “kau tidak apa-apa” lanjutnya sambil mendorong kepalaku pelan
“aishh.. benar-benar ! aku baru terjatuh dari sofa nih. Ayayaya.. sakit” sesekali aku memegang kepalaku yang pusing ini. Apa kemarin aku mabuk ya?
“Kau sendiri yang salah. Kemarin kau minum soju terlalu banyak. Pabo..”
“Mwo? Aku minum soju?” tanyaku yang berusaha mengingat kejadian kemarin malam
Flashback
“Nuna, makanan hyung enak tidak?” Tanya Baek shin padaku ketika Yonghwa sudah beranjak dari ruang makan
“Emm, jongmal masissoyo ! (enak sekali) ternyata hyung mu itu pintar masak ya. Ahh ! perutku ini perlu tidur sekarang, aku mulai mengantuk”
“Chamkkanman nuna (tunggu sebentar kak), aku punya minuman sehat yang bisa membuat kita tidur nyenyak. Hyung sering minum ini ketika sedih, jadinya ia tertidur pulas sampai ke esokan harinya” bisik Baek shin
“Jinjia !? boleh kita coba?” aku mulai penasaran, minuman apa ya yang kira-kira bisa membuatku tidur dengan nyenyak
“Tentu ! Aku akan membawakan nuna 2 botol. Nuna minum satu setengah botol, dan aku minum setengah botol, bagaimana? Biar nuna bisa tidur nyenyak”
“Ide bagus !”
End flashback
“Aissh.. pabo” kataku mengutuk diri sendiri. Aku hanya nyengar-nyengir saja ketika Yonghwa memperhatikanku dengan senyum khas dari bibirnya. Ingat ! senyumnya bukan senyuman manis, tetapi senyuman membunuh !
“Kau sudah ingat? Baguslah kalau begitu” Yonghwa tersenyum sinis padaku. Mukanya itu sangat menyeramkan, seperti ingin menerkamku
“Ke..Keunddae ! baek shin yang mengajakku minum, bukan aku yang mau” kataku berusaha membela diri
“Mana ada sih orang yang tidak tahu soju !? kau ini bener-bener pabo atau pura-pura pabo ?” Ucap Yonghwa kesal
“Mian, aku benar-benar tidak tahu. Jadi, bagaimana kalau kau antar aku pulang saja?”
“Kajja” Yonghwa segera mengambil jaketnya dan pergi keluar rumah.
Untunglah dia tidak marah, gomawo !! aku benar-benar sudah takut. Tapi? Bagaimana kabarnya Baek shin? Sudahlah, yang pasti dia sehat-sehat saja
“Aku akan mengantarmu sampai di café kemarin, setelahnya.. pulanglah sendiri” ucap yonghwa
“Arraseo” jawabku sambil menyeimbangi kecepatan Yonhwa
>>>>>>.<<<<<<
“Gomawo sudah mengantarkanku yonghwa-ssi” aku menundukan badan lalu segera berbalik arah. Aku ingin cepat pulang, aku yakin yoona dan yoseob sudah menghawatirkanku
‘omongannya baku sekali’ ucap Yonghwa dalam hati
“Chosimhae Shin hye-ya (hati-hati sin hye)”
Omo!? Bagaimana ia tahu namaku?
Aku berbalik dan menatapnya terheran-heran
“Tuuh” tunjuknya pada jaket yang kukenakan kemarin. ‘Princess Sin hye cute’ terpampang besar tulisan tersebut pada jaket baruku.
Aishh.. apa aku ditakdirkan untuk di permalukan oleh yonghwa?
Aku segera mempercepat kecepatan jalanku, tanpa berbalik dan tanpa memberi salam perpisahan apapun. Aku sudah cukup dipermalukan
Yonghwa hanya tertawa kecil melihat cingu barunya yang tampak konyol
‘Kau benar-benar lucu’ ucap yonghwa dalam hati
>>>>>>.<<<<<<
“Hyung.. kau sudah pulang? Aya.. aku pusing sekali” Baek Shin menongol dari balik sofa, kebiasaannya menonton tv setelah bangun tidur.
“emm.. Kau ini, masih kecil sudah berani minum soju. Sudah hyung bilang, kau tidak boleh meminum soju sedikit pun, arraseo?” ucap Yonghwa sedikit membentak
“Mian, kemarin aku hanya ingin mengajak nuna itu bersenang-senang. Oya ! kemana perginya nuna? Aku tidak melihatnya?”
“Dia sudah hyung antar pulang, wae? Kau ingin mengerjainya lagi?”
“Anni, aku hanya nanya kok. Omong-omong, Hyung kenal nuna itu dari mana? Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya” ucap Baek shin yang penasaran. Baek shin memang senang mengintrogasi Hyung nya ini. Katanya sih biar tahu siapa yang cocok untuk menjadi kakak iparnya nanti
“Hyung tak sengaja melihatnya saat membeli kopi di café biasa” jawab yonghwa singkat
“Wa, chongmal? Dia sepertinya pabo ya hyung. Mau saja kusuruh minum soju sebanyak itu” Baek Shin kembali tertawa keras. Sesekali ia meringis kesakitan karena kepalanya yang masih pusing
“Sudah jangan banyak omong, cepatlah tidur. Kau butuh banyak istirahat, besok kau akan sekolah. setelah itu kerjakan tugas yang belum di selesaikan”
“Ne, arraseo”
>>>>>>.<<<<<<
“Shin Hye !! dari mana saja kau!? Aku hampir mati mencarimu seharian, mana handphone ga aktif lagi ! Ahh.. aku benar-benar khawatir, hubungi kami lain kali shin hye” Ucap Yoona tanpa henti
“Emm, Yoona nuna betul ! Lain kali hubungi kami shin hye nuna” Yoseob tak mau kalah
“Mian, kemarin battery handphoneku habis. Ceritanya panjang, intinya aku tersesat dan seseorang membantuku untuk kembali ke rumah” ucapku yang masih lelah
“Arra ! hari ini kau ku ampuni, kajja. Masuklah, kau perlu istirahat. Besok kau bisa menceritakan semuanya padaku” Yoona segera membawaku ke dalam kamar
“Tidurlah” Ucap Yoona sambil menyelimutiku
“Gomawo yoona”kataku sambil menutup kedua mata
“Yoseob ! ambilkan minum untuk Shin Hye nuna yaa” teriak Yoona
“Ne, chamkkanman” Yoseob segera datang dan menaruh segelas air putih di meja belajar. Mereka berdua memang orang yang paling mengerti aku
“Yoona-a” Panggilku
“Wae? Kau tidak tidur?” Yoona masih menjagaku. Sifatnya memang kekanak-kanakkan, tapi ada saatnya Yoona bisa menjadi seorang ibu, benar kan? Dia begitu sayang pada temannya
“Aku tidak bisa tidur, kau tahu ? kemarin aku tidur di rumah namja yang tidak aku  kenal” ceritaku pada Yoona
“MWO !? JEONGMAL ?? Waeyo? Kenapa bisa?” tanya Yoona heboh
“Aku tersesat, dan namja tersebut yang membantuku mencari rumah mu, tapi karena sudah malam. Jadi ia memutuskan agar aku tidur di rumahnya dulu”
“Lalu?” Yoona masih mendengarkanku
“Lalu… “ suara ku mengecil
“Lalu apa !?” Yoona menggoyang-goyangkan bahuku dengan keras
“Aku hanya tidur di sofa lalu dia mengantarkanku ke café kopi terdekat” ucapku cepat, pasti Yoona sudah salah paham dengan pemikirannya
“Aishh.. kukira kau sudah tidak perawan” ia tersenyum puas padaku
“Pabo ! mana mungkin !” aku memukul kepalanya keras. Sesekali ia harus merasakan sakitnya saat bahumu di goyang-goyangkan secara keras
“Aya ! sakit” Ucap Yoona sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
“Rasakan !” kataku sambil tertawa terbahak-bahak
>>>>>>.<<<<<<
Kringg.. kringg.. kringg..
 “AKU BANGUN !” teriakku pada alarm sial ini
OMO !? sudah jam 7.25, aku telat !! Mana Yoona? Kenapa ia tidak membangunkanku?
Dengan cepat aku mengganti bajuku dengan seragam ala korea, lengkap dengan rompi berwarna hitam. Lalu segera mengambil tas dan keluar dari rumah
“Aku berangkat !” kataku sambil lari terburu-buru, aku tahu di rumah tidak ada siapa-siapa. Tapi aku sudah terbiasa mengucapkan selamat tinggal sebelum keluar dari rumah
Aku yakin Yoona sudah meninggalkanku. Untung saja kemarin yoona sudah memberitahu jalan menuju sekolah, kalau tidak? Mati saja aku
Braaakkk..
“Aya ! sakit !” aku terjatuh tersandung batu besar di depanku
Dasar batu pembawa sial !
“Gwenchana?” Suara yang tidak asing sama sekali, jangan-jangan?
“Yonghwa-ssi?” benar dugaanku. Itu memang Yonghwa, kenapa dia ada disini? Apa dia menguntitku?
“Shin hye-ya?”



No comments:

Post a Comment