Written by : Han eun
kyo
Rating : T
Length : Chaptered / Series Fic
Cast : CN Blue :
Jung Yong Hwa, Kang Min Hyuk, Jonghyun, Jungshin
Park Shin
Hye, Yoona, Yoseob Jaebum, Lee Min Hoo, Soehyun, Nickhun, Jung Baek
Shin
Genre : Romance, comedy,
family
First I meet you, it's
just an accident
But when I know you
I don't undestand what
this feeling says
Sometime it's hurt,
sometime it's better
Sometime it's feel
like a snow, cold but soften
And you know what I'm
feeling? One word to explain
It is LOVE
Part 1
It just an
accident
Listening : Minhyuk – star
"Yoona, aku sudah sampai di korea. Aku matikan
teleponku ya? Sampai nanti" aku mematikan ponsel samsung touchscreen ku.
"Nuna!" seseorang tampaknya memanggilku. Aku
membalikan badan dan menatap laki-laki dengan setelan jas putih melambaikan
tangannya padaku. Aku tersenyum simpul setelah menyadari siapa laki-laki dengan
setelan jas putih tersebut.
"Yoseob, oraegamaniyeyo ! (lama tak bertemu)" aku
menepuk pundaknya dua kali. Ia sudah jauh lebih tinggi dariku, padahal 3 tahun
yang lalu ia masih 3 cm lebih pendek dariku.
"Lihatlah nuna, aku sudah lebih tinggi darimu"
ucap yoseob sambil nyengir kuda
"Arasseo, hanya beda 5cm" aku masih tak mau kalah.
Jujur, aku sedikit iri padanya. Pertumbuhan laki-laki memang jauh lebih cepat
dibandingkan perempuan.
"Arra, ayo aku antar nuna ke rumah" Yoseob
menggandeng tanganku sampai menuju ke dalam mobilnya.
"Silahkan nuna" Yoseob mempersilahkanku untuk
masuk ke dalam mobilnya, benar-benar namja yang sopan. Ia sudah seperti adikku
sendiri.
"Gomawo-yo" aku segera masuk ke dalam mobil.
"Nuna, bagaimana kabar pumonim? Baik-baik saja
kah?" Yoseob memulai pembicaraan.
"Ne, tentu saja. Bagaima kabar aboji dan omoni? Juga Yoona
nuna mu itu?"
"Emm, baik juga. Tapi aboji dan omoni sudah pindah ke
luar negeri. Katanya sih ada urusan bisnis. Jadi cuma ada aku dan nuna Yoona
deh"
"Gwenchana, bukankah ada aku juga?" Aku menyenggol
pundaknya yang besar.
"Arraseo !" ia tersenyum simpul padaku. Tak lama,
mobilpun berhenti di depan rumah minimalis bergaya haenbok, pintu dan pagarnya
terbuat dari kayu. Aku menyukai rumah tradisional ala Korea ini, appa (ayah) Yoona
memang seorang arsitektur yang handal. Beliau sendiri yang men-design rumah
bermode ala haenbok ini.
"Kita sampai nuna" yoseob membukakan pintu untukku
"Gomawo, tidak banyak berubah ya"
"Tentu saja!" jawab yoseob bersemangat
Aku turun dan mendapati sahabatku menunggu di depan pintu
rumah.
"SHIN HYE!!" Teriaknya lantang. Ia memelukku
sambil menangis terharu. Sahabatku ini memang sangat sangat sangaaat gampang menangis, alias
cengengg.
"Yoona" aku kembali memeluknya dan menepuk pelan
punggungnya. "Sudahlah jangan menangis, kau terlalu rindu padaku ya?"
Lanjutku tersenyum puas. Aku memang suka menggoda Yoona, sifatnya sangat
kekanak-kanakan.
"Aku kangen padamu, sungguh!" Ia menghapus air
matanya.
"Lihatlah ! kalian ini seperti di sinetron-sinetron
saja, kaya orang pacaran. Jangan-jangan kalian lesbi lagi!? Otokke!?"
yoseob terlihat iri sekaligus ngeri melihat ku berpelukan dengan Yoona.
"Kau hanya iri kan? Mana mungkin aku mencintai Shin Hye
sebagai pacar, aku sudah punya Nickhun. Jadi kau diam saja bocah" Yoona
tersenyum sinis pada yoseob.
"Sudahlah, jangan bertengkar. Aku baru saja
sampai" aku menengahi kedua kakak beradik ini. Memang ritual mereka adalah
selalu bertengkar, tapi walaupun begitu, mereka tetap kakak adik yang kompak.
"Yasudah, kajja! Kita masuk" ajak Yoona.
“Arra, ayo yoseob ! kita masuk” aku mendorong yoseob yang
sedari tadi sibuk mencibir pada nuna tersayangnya itu
"Kau bisa tidur disini Shin Hye" Yoona menunjukan
kamar tidur ber-nuansa simple dan tradisional, ala korea. Aku sangat
menyukainya.
"Gomawo Yoona, ini sangat bagus"
"Syukurlah kau menyukainya, mulai lusa kau sudah bisa
masuk sekolah denganku"
"Ne" kataku sambil masuk ke dalam kamar
"Omo ! Shin Hye ! aku harus pergi dengan yoseob untuk
menghadiri acara peringatan ulang tahun haraboji yang ke 70. Beyone ! kau baru
datang kesini tapi aku malah pergi ke acara ulang tahun haraboji. Beyone !
beyone !” Aku melihat muka Yoona yang penuh penyesalan, sekaligus tercengang.
Aku yakin dia hampir lupa jika tidak melihat kalender di kamar baruku.
"Gwenchana, aku bisa tinggal disini”
"Arra, kalau ada apa-apa kau tinggal telepon aku, kau
juga boleh berpergian. Disini banyak namja cakep, kau bisa mencarinya untuk
hiburan !" Yoona terkekeh maksud menggodaku
"Yoona ! m..mwo?" mukaku kembali cemberut. Dia kira aku akan jadi perawan tua apa?
"O ya!" Yoona menongol lagi dari balik pintu.
"Kau berhutang cerita padaku. Kita sudah lama tidak
bertemu, tentu aku akan menagih utang cerita padamu"
"Arra ! Sudah sana pergi ! Nanti kau telat. Kajja
!" aku mendorongnya sampai keluar rumah.
"Yaa! sampai nanti Shin Hye, anyeong!" sahut Yoona
melambaikan tangan.
"Sampai jumpa nuna !" Yoseob juga melambaikan
tangan dari dalam mobil
Mungkin aku harus
refreshing sesampainya disini, betul kata Yoona. Aku tertarik melihat namja
cakep disini kkk~
>>>>>>.<<<<<<
"Cappucino nya 1 ya" seseorang mengatakannya
bersamaku. Aku segera memutarkan kepalaku ke arah datangnya suara.
Otokke ? ada namja
cakep !!
Aku segera merapihkan pakaian dan rambutku. Aku harus
terlihat rapih dihadapannya.
"Beyone, cappucino nya hanya tersisa 1 lagi, jadi
bagaimana?" Sahut pelayan cafe kopi tersebut ramah
"Cappucino itu milikku" ucap namja tersebut datar
Aissh.. benar-benar !
kukira ia laki-laki tampan yang baik hati, ternyata.. kelakuannya saja sudah terlihat
buruk di mataku
"Tapi aku dulu yang pesan, jadi itu milikku"
kataku tak mau kalah. Biarkan saja ia mengira aku yoja yang egois ! ia sendiri
sama sepertiku.
"Siapa bilang? Jelas aku dulu yang pesan" sahut namja
tersebut yang masih tidak bisa menerima
"Ini cappucino nya yonghwa-ssi. Selamat menikmati
ya" ucap pelayan cafe tersebut ramah sambil tersenyum senang
" Chamkkanman.. Aigoo~" aku hanya mendecak kesal
melihat tingkah laku pelayan cafe tersebut, tentu dengan namja egois yang tak
mau kalah dengan merelakan 1 cappucino nya untuk sesosok yoja.
Apa karena dia ganteng
lalu bisa mendapatkan semua yang ia mau? Itu tidak akan TERJADI ! Tapi tunggu,
kenapa pelayan café itu tahu nama namja tersebut ya? Yonghwa-si.
"Bweee" Sementara aku berfikir, namja tersebut
menjulurkan lidahnya padaku.
Aigoo~ sungguh bagus.
Ingin sekali aku melepas sepatu nike ku dan melemparkannya tepat di muka cengos
nya itu. Aku sungguh puas !
"Jadi, ingin pesan apa?" Tanya pelayan cafe
tersebut tanpa merasa bersalah. Aku tekankan sekali lagi ‘TANPA MERASA
BERSALAH’
"Tidak jadi" kataku sambil keluar dari cafe. Aku
memang sudah mual melihat muka pelayan café tersebut, dasar yoja genit. Tapi Kemana
perginya namja egois itu? Aku masih penasaran padanya, sepertinya aku
mengenalnya
>>>>>>.<<<<<<
"Aissh, ngapain aku cari orang yang tidak berguna
sampai semalam ini" hari sudah malam. Dan bodohnya aku masih mencari-cari
namja yang egois itu
"Pabo! Pabo! Shin Hye pabo!" Kataku mengutuk
diriku sendiri
"Kau memang pabo, mencariku?" Suara itu, ya aku
mengenalinya. Aku membalikan badan dan mendapati sesosok namja tampan yang baru
kutemui di cafe tadi
"E..e.. Kenapa kau bisa ada disini? Jangan-jangan… kau
menguntitku yaa?”
"Rumahku di dekat sini, bukankah kau yang menguntitku?”
ia berjalan mendekat ke arahku. Terlihat segoret senyum tipis dari bibirnya
"Yaa! Jangan sok tau ya, aku tidak menguntitmu"
"Bohong" senyumnya makin mengembang, "Baiklah
kalau kau tidak mau mengaku, aku akan pulang, sampai jum.."
Otokke? Jangan pergi !
Aku tidak bisa pulang kalau kau pergi
"Arra ! arra ! aku mengaku, aku menguntitmu, kau
puas?" kataku cepat
Ahh ! Shin Hye ! kamu
memang benar-benar pabo ! setelah kejadian ini pasti harga dirimu akan menurun.
Jangan sampai aku bertemu dengan namja ini lagi !
Namja tersebut tersenyum puas, SANGAT PUAS
"Arra, aku tidak akan banyak bertanya. Jadi, sekarang
aku akan mengantarmu pulang. Kau sudah terlihat seperti anak hilang” ucapnya
sedikit menyindir, lebih tepatnya sangat menyindir.
"Bagaimana kau tahu aku tersesat?" Tanyaku heran.
"sudah ku bilang kau seperti anak hilang. Sudah, jangan
banyak omong, mau ku antar pulang tidak?”
"Yaa! Kau ini, memang mukaku seperti anak tersesat apa?
Kau kira aku pengemis?” omelku pada namja tersebut. Tapi sepertinya namja
tersebut tidak menanggapiku
"Rumahmu dimana?"
"Rahasia" jawabku ringan
"Yaa ! Kalau kau tidak mau memberitahu, lalu bagaimana
aku akan mengantarmu?"
"ahh, pabo! Aku lupa dia yang mengantarku, ehmm.
Ee..e..e.."
"Ada apa? Jangan bilang kau tidak tahu alamatmu
sendiri?” Namja tersebut sudah Nampak kesal
"Beyone, a..aku baru saja pindah ! aku dari Indonesia,
dan hari ini aku baru sampai di korea. Aku menginap di rumah cingu” aku
menyesal karena tidak menghafalkan alamat rumah Yoona, aku memang ceroboh
“Telphone” ia mengisyaratkanku untuk menelfon temanku
“ahh, ne!” aku segera mengambil handphoneku dari saku.
Tidaak ! jangan bilang battery handphoneku habis. Layarnya tidak mau menyala.
Aku hanya menatap namja tersebut lemas
“Nih” ia menyerahkan handphonenya padaku. Aku segera
mengambilnya dan memencet nomor telephone sahabatku
“Omo ! aku lupa nomor terakhirnya, berapa ya? Ahhh”
“kau juga lupa telephone temanmu !? Sudahlah, cari rumah
cingumu sendiri” bentaknya kesal
" Chamkkanman! Kau tega ya membiarkankan yoja tinggal
disini sendiri, mana sudah malam lagi" aku berusaha memohon padanya. Tidak
peduli harga diriku akan turun, yang penting aku harus kembali ke rumah Yoona
dengan selamat
"Aku tidak akan membiarkan kalau yoja-nya cantik"
"Mwo !? Arra ! Aku akan pulang sendiri" kali ini
kesabaranku sudah habis, ia mengataiku jelek!? Mwo? Aku masih cantik begini.
Lagi pula, ia tidak setampan yang aku kira. Yoseob masih jauh lebih tampan dan
baik dibanding dirinya
"Yaa ! kau bisa tinggal di rumahku dulu, besok kita
akan mencari rumah temanmu, beyone" ia tampak menyesal dengan kata-katanya
tadi
"Mwo?"
"Tinggal di rumahku dulu”
"Kau tinggal dengan siapa?" Tanyaku tanpa
berbasa-basi, aku hanya menjaga-jaga kalau saja aku tinggal berdua di rumah
namja yang tidak aku kenal
"Adik ku, ayo cepat. Sebelum aku berubah pikiran"
"Ne !" aku segera mengikuti namja tersebut dari
belakang. Jalannya sangat cepat, sehingga aku harus menyeimbanginya dengan
berlari pelan
"Sudah sampai, ayo masuk" sahut namja tersebut
datar. Tidak seperti yoseob yang selalu menyambutku dengan ceria
"Ne" kataku mengikutinya dari belakang. Rumahnya
memang bagus dan besar. Gaya rumah yang minimalis dan modern, dindingnya penuh
dengan cat berwarna putih dan biru, sepertinya namja ini penyuka warna biru
"Hyung!” teriak anak laki-laki manis dari balik sofa,
ia segera memeluk namja tersebut dengan erat
"Mian menunggu lama, sudah makan?" Tanya namja
tersebut pada adiknya
"Belom, itu siapa hyung?”
“ehm, cingu… “arra, aku akan memasakanmu pulgogi dengan
kimchi, bagaimana?”
“Jinjia !? Hyung memang pintar masak. Asiik !” Namja
tersebut hanya tersenyum menanggapinya, lalu segera mengambil panci, dan
sayur-sayuran dari kulkas
“Panggil aku Yonghwa, kau sudah makan?” Tanya namja tersebut
padaku
“Sebetulnya aku sudah tau namamu sebelum kau memberitahuku,
pelayan café tersebut yang memberitahuku” jelasku pada Yonghwa
“Aku bukan nanya kau tau namaku dari mana, tapi aku tanya
kau sudah makan belum?”
“ahh, mian. Otakku memang sudah kacau kalau sudah malam,
emm.. belum. Kau tahu sendiri seharian aku menguntitmu” Blak-blakan aku bicara
padanya
Yonghwa hanya membalas ucapanku dengan anggukan pelan “Bisa
bantu aku? Tolong bawakan makanan ini ke meja makan” ucap Yonghwa sambil
menunjuk pada mangkuk besar berisi kimchi
“Emm..” aku balas mengangguk lalu segera membawa mangkuk
besar tersebut ke meja makan
Praang !
Omo !? kimchinya
terjatuh, Yonghwa pasti akan membunuhku
“M..m..mian yonghwa” aku mengucapkan permintaan maaf
“YA ! kau ini benar-benar tidak bisa di andalkan !” ia
membentakku dengan keras. Tanpa terasa air mata ini terjatuh dengan sendirinya.
Aku merasa sangat bersalah
“Ya.. Ya ! no? kenapa menangis” Yonghwa kembali berbicara
dengan intonasi normal, sepertinya ia juga merasa bersalah karena telah
membentakku keras
“Jeongmal jeongmal beyone ! mian kalau aku tidak bisa
diandalkan” aku kembali meminta maaf pada Yonghwa
“Arra, kau mandi saja dulu, bajumu kotor. Nanti biar adikku
yang akan memberikan pakaian untukmu” ia segera membereskan pecahan-pecahan
mangkuk di lantai
“Biar aku bantu” aku juga ikut membereskan pecahan beling
tersebut
“Andwe ! kau mandi saja.. ppali, bau bawang” yonghwa menutup
hidungnya dengan kedua tangannya. Disaat ini dia masih bisa mengejekku
“Dimana kamar mandinya?” kataku ketus
“Ya ! emosi mu ini cepat berubah ya, baru saja menangis,
sekarang sudah bisa membentakku. Kamar mandi ada di atas”
“Ne, gamsahamnida yonghwa-ssi” aku segera melembutkan
suaraku
“Tsk” ia mendecakkan lidahnya sambil terus membereskan
kimchi yang bergelinangan di lantai
>>>>>>.<<<<<<
“Yaa ! bangun, sudah pagi”
Aishh.. siapa yang
berani membangunkan tidurku sepagi ini?
“YAA ! kau mau pulang tidaak!?”
Braaakkk…
“Aya ! (aduh) sakit” aku segera memegang kepalaku yang
terbentur lantai
“Kau ini, mana yang sakit?” Yonghwa mendekat ke arahku.
Sesaat ia melihat ke arah kepalaku yang baik-baik saja, mungkin hanya sedikit
benjol. “kau tidak apa-apa” lanjutnya sambil mendorong kepalaku pelan
“aishh.. benar-benar ! aku baru terjatuh dari sofa nih. Ayayaya..
sakit” sesekali aku memegang kepalaku yang pusing ini. Apa kemarin aku mabuk
ya?
“Kau sendiri yang salah. Kemarin kau minum soju terlalu
banyak. Pabo..”
“Mwo? Aku minum soju?” tanyaku yang berusaha mengingat
kejadian kemarin malam
Flashback
“Nuna, makanan hyung enak tidak?” Tanya Baek shin padaku
ketika Yonghwa sudah beranjak dari ruang makan
“Emm, jongmal masissoyo ! (enak sekali) ternyata hyung mu
itu pintar masak ya. Ahh ! perutku ini perlu tidur sekarang, aku mulai
mengantuk”
“Chamkkanman nuna (tunggu sebentar kak), aku punya minuman
sehat yang bisa membuat kita tidur nyenyak. Hyung sering minum ini ketika sedih,
jadinya ia tertidur pulas sampai ke esokan harinya” bisik Baek shin
“Jinjia !? boleh kita coba?” aku mulai penasaran, minuman
apa ya yang kira-kira bisa membuatku tidur dengan nyenyak
“Tentu ! Aku akan membawakan nuna 2 botol. Nuna minum satu
setengah botol, dan aku minum setengah botol, bagaimana? Biar nuna bisa tidur
nyenyak”
“Ide bagus !”
End flashback
“Aissh.. pabo” kataku mengutuk diri sendiri. Aku hanya
nyengar-nyengir saja ketika Yonghwa memperhatikanku dengan senyum khas dari
bibirnya. Ingat ! senyumnya bukan senyuman manis, tetapi senyuman membunuh !
“Kau sudah ingat? Baguslah kalau begitu” Yonghwa tersenyum sinis
padaku. Mukanya itu sangat menyeramkan, seperti ingin menerkamku
“Ke..Keunddae ! baek shin yang mengajakku minum, bukan aku
yang mau” kataku berusaha membela diri
“Mana ada sih orang yang tidak tahu soju !? kau ini bener-bener
pabo atau pura-pura pabo ?” Ucap Yonghwa kesal
“Mian, aku benar-benar tidak tahu. Jadi, bagaimana kalau kau
antar aku pulang saja?”
“Kajja” Yonghwa segera mengambil jaketnya dan pergi keluar
rumah.
Untunglah dia tidak
marah, gomawo !! aku benar-benar sudah takut. Tapi? Bagaimana kabarnya Baek
shin? Sudahlah, yang pasti dia sehat-sehat saja
“Aku akan mengantarmu sampai di café kemarin, setelahnya..
pulanglah sendiri” ucap yonghwa
“Arraseo” jawabku sambil menyeimbangi kecepatan Yonhwa
>>>>>>.<<<<<<
“Gomawo sudah mengantarkanku yonghwa-ssi” aku menundukan
badan lalu segera berbalik arah. Aku ingin cepat pulang, aku yakin yoona dan
yoseob sudah menghawatirkanku
‘omongannya baku
sekali’ ucap Yonghwa dalam hati
“Chosimhae Shin hye-ya (hati-hati sin hye)”
Omo!? Bagaimana ia
tahu namaku?
Aku berbalik dan menatapnya terheran-heran
“Tuuh” tunjuknya pada jaket yang kukenakan kemarin. ‘Princess
Sin hye cute’ terpampang besar tulisan tersebut pada jaket baruku.
Aishh.. apa aku
ditakdirkan untuk di permalukan oleh yonghwa?
Aku segera mempercepat kecepatan jalanku, tanpa berbalik dan
tanpa memberi salam perpisahan apapun. Aku sudah cukup dipermalukan
Yonghwa hanya tertawa kecil melihat cingu barunya yang
tampak konyol
‘Kau benar-benar lucu’
ucap yonghwa dalam hati
>>>>>>.<<<<<<
“Hyung.. kau sudah pulang? Aya.. aku pusing sekali” Baek
Shin menongol dari balik sofa, kebiasaannya menonton tv setelah bangun tidur.
“emm.. Kau ini, masih kecil sudah berani minum soju. Sudah
hyung bilang, kau tidak boleh meminum soju sedikit pun, arraseo?” ucap Yonghwa
sedikit membentak
“Mian, kemarin aku hanya ingin mengajak nuna itu bersenang-senang.
Oya ! kemana perginya nuna? Aku tidak melihatnya?”
“Dia sudah hyung antar pulang, wae? Kau ingin mengerjainya
lagi?”
“Anni, aku hanya nanya kok. Omong-omong, Hyung kenal nuna
itu dari mana? Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya” ucap Baek shin yang
penasaran. Baek shin memang senang mengintrogasi Hyung nya ini. Katanya sih
biar tahu siapa yang cocok untuk menjadi kakak iparnya nanti
“Hyung tak sengaja melihatnya saat membeli kopi di café
biasa” jawab yonghwa singkat
“Wa, chongmal? Dia sepertinya pabo ya hyung. Mau saja
kusuruh minum soju sebanyak itu” Baek Shin kembali tertawa keras. Sesekali ia
meringis kesakitan karena kepalanya yang masih pusing
“Sudah jangan banyak omong, cepatlah tidur. Kau butuh banyak
istirahat, besok kau akan sekolah. setelah itu kerjakan tugas yang belum di
selesaikan”
“Ne, arraseo”
>>>>>>.<<<<<<
“Shin Hye !! dari mana saja kau!? Aku hampir mati mencarimu
seharian, mana handphone ga aktif lagi ! Ahh.. aku benar-benar khawatir,
hubungi kami lain kali shin hye” Ucap Yoona tanpa henti
“Emm, Yoona nuna betul ! Lain kali hubungi kami shin hye
nuna” Yoseob tak mau kalah
“Mian, kemarin battery handphoneku habis. Ceritanya panjang,
intinya aku tersesat dan seseorang membantuku untuk kembali ke rumah” ucapku
yang masih lelah
“Arra ! hari ini kau ku ampuni, kajja. Masuklah, kau perlu
istirahat. Besok kau bisa menceritakan semuanya padaku” Yoona segera membawaku
ke dalam kamar
“Tidurlah” Ucap Yoona sambil menyelimutiku
“Gomawo yoona”kataku sambil menutup kedua mata
“Yoseob ! ambilkan minum untuk Shin Hye nuna yaa” teriak
Yoona
“Ne, chamkkanman” Yoseob segera datang dan menaruh segelas
air putih di meja belajar. Mereka berdua memang orang yang paling mengerti aku
“Yoona-a” Panggilku
“Wae? Kau tidak tidur?” Yoona masih menjagaku. Sifatnya
memang kekanak-kanakkan, tapi ada saatnya Yoona bisa menjadi seorang ibu, benar
kan? Dia begitu sayang pada temannya
“Aku tidak bisa tidur, kau tahu ? kemarin aku tidur di rumah
namja yang tidak aku kenal” ceritaku
pada Yoona
“MWO !? JEONGMAL ?? Waeyo? Kenapa bisa?” tanya Yoona heboh
“Aku tersesat, dan namja tersebut yang membantuku mencari
rumah mu, tapi karena sudah malam. Jadi ia memutuskan agar aku tidur di
rumahnya dulu”
“Lalu?” Yoona masih mendengarkanku
“Lalu… “ suara ku mengecil
“Lalu apa !?” Yoona menggoyang-goyangkan bahuku dengan keras
“Aku hanya tidur di sofa lalu dia mengantarkanku ke café
kopi terdekat” ucapku cepat, pasti Yoona sudah salah paham dengan pemikirannya
“Aishh.. kukira kau sudah tidak perawan” ia tersenyum puas
padaku
“Pabo ! mana mungkin !” aku memukul kepalanya keras.
Sesekali ia harus merasakan sakitnya saat bahumu di goyang-goyangkan secara
keras
“Aya ! sakit” Ucap Yoona sambil memegang kepalanya dengan kedua
tangannya.
“Rasakan !” kataku sambil tertawa terbahak-bahak
>>>>>>.<<<<<<
Kringg.. kringg..
kringg..
“AKU BANGUN !”
teriakku pada alarm sial ini
OMO !? sudah jam 7.25,
aku telat !! Mana Yoona? Kenapa ia tidak membangunkanku?
Dengan cepat aku mengganti bajuku dengan seragam ala korea,
lengkap dengan rompi berwarna hitam. Lalu segera mengambil tas dan keluar dari
rumah
“Aku berangkat !” kataku sambil lari terburu-buru, aku tahu
di rumah tidak ada siapa-siapa. Tapi aku sudah terbiasa mengucapkan selamat
tinggal sebelum keluar dari rumah
Aku yakin Yoona sudah
meninggalkanku. Untung saja kemarin yoona sudah memberitahu jalan menuju sekolah,
kalau tidak? Mati saja aku
Braaakkk..
“Aya ! sakit !” aku terjatuh tersandung batu besar di
depanku
Dasar batu pembawa
sial !
“Gwenchana?” Suara yang tidak asing sama sekali,
jangan-jangan?
“Yonghwa-ssi?” benar dugaanku. Itu memang Yonghwa, kenapa
dia ada disini? Apa dia menguntitku?
“Shin hye-ya?”
No comments:
Post a Comment